Sosiohumaniora
Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003

PROSPEK PEMBANGUNAN INDUSTRI MINYAK GORENG DI DAERAH RIAU

Almasdi Syahza (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Mar 2003

Abstract

Di Indosnesia produsen terbesar minyak kelapa sawit adalah Sumatera Utara kemudian diikuti oleh Riau. Tahun 2000 di Riau luas lahan kelapa sawit 956.046 Ha, diprediksi akan menghasilkan tandan buah segar (TBS) lebih dari 19 juta ton per tahun dan 4,1 juta ton CPO per tahun. Industri hilir produk ini sangat potensial untuk dikembangkan. Prospek pengembangan industri minyak goreng dianalisis dengan metode SWOT. Dari analisis SWOT, industri minyak goreng memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan. Konsumsi minyak goreng di Riau sebesar 43.627 ton per tahun, atau 3.635,6 ton per bulan. Sebesar 2.908,5 ton dikonsumsi oleh masyarakat menengah kebawah. Pada tahun 2005 diperkirakan konsumsi minyak goreng di Riau sebesar 48.493 ton per tahun. Produksi TBS tidak seimbang dengan PKS yang ada, untuk itu diperlukan tambakan PKS dengan kapasitas 1.792 tor/jam atau 60 unit PKS dengan kapasitas 30 ton/jam. Seiring dengan PKS perlu juga pembangunan industri hilir (pabrik minyak goreng sawit) di Daerah Riau dengan kapasitas 1,5 ton/jam senabyak 7 unit. Kata kunci : Prospek pembangunan, industri, minyak goreng

Copyrights © 2003






Journal Info

Abbrev

sosiohumaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities Economics, Econometrics & Finance Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan ...