Sosiohumaniora
Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011

PENGAJARAN BAHASA YANG BERKARAKTER KEBANGSAAN DAN BERPERSPEKTIF MULTIBUDAYA DALAM ERA GLOBALISASI

Rosida Tiurma Manurung (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2011

Abstract

Merupakan satu kenyataan bahwa masyarakat Indonesia itu multietnis, multiagama, multikutural, atau multibudaya. Keragaman atau keberbedaan itu merupakan kenyataan yang harus diterima. Dalam masyarakat multibudaya, keberbedaan itu dapat menimbulkan pertikaian atau perpecahan. Oleh sebab itu, diperlukan suatu upaya agar keberbedaan itu justru dapat menumbuhkembangkan rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan negara karena bangsa kita memiliki kekayaan dan keunikan budaya yang sangat luar biasa dan keberbedaan itu dapat pula menjadi alat untuk menciptakan insan yang memiliki karakter kebangsaan. Hal tersebut menjadi sangat penting mengingat derasnya arus globalisasi dan bebasnya unsur budaya luar yang melenggang memasuki wilayah kita. Dengan demikian, diperlukan suatu upaya untuk memperkukuh rasa kebangsaan. Salah satunya adalah dengan pengajaran bahasa yang berkarakter kebangsaan. Karakter kebangsaan yang tinggi dapat secara dinamis digunakan untuk mengatasi ancaman, kendala, atau tantangan yang datang dari luar yang dapat mengancam kelangsungan hidup dan keutuhan bangsa. Untuk mewujudkan insan yang berkarakter kebangsaan dalam masyarakat multibudaya, diperlukan revitalisasi pendidikan yang diarahkan kepada perspektif multibudaya. Pendidikan dapat dijadikan alat yang mampu menuntun peserta didik menjadi manusia yang berperilaku dan berakhlak baik sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Pengajaran bahasa dapat dijadikan motor untuk mengimplementasikan pendidikan yang berperspektif multibudaya, yaitu pendidikan yang memiliki visi dan misi untuk menghargai keberbedaan atau pluralitas, demokrasi, humanisme, dan mengembangkan karakter kebangsaan. Pengajaran bahasa perlu direvitalisasi agar mampu membuat siswa menjadi insan yang menjunjung tinggi moralitas, kedisiplinan, keadilan, kesetaraan, kepedulian sosial, integritas, tanggung jawab, serta cinta kepada tanah air dalam perilakunya sehari-hari. Guru pun dianggap memiliki power untuk mengubah dan merevitalisasi pengajaran bahasa yang konvensional menjadi pengajaran bahasa yang berkarakter kebangsaan dan berperspektif multibudaya. Kata Kunci: peran guru, revitalisasi pendidikan, karakter kebangsaan, multibudaya

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

sosiohumaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities Economics, Econometrics & Finance Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan ...