Untuk mewujudkan titik berat otonomi pada Daerah Tingkat II, ditentukan sebagian besar oleh kemampuan keuangan daerah. Dalam kenyataannya, pendapatan asli daerah sendiri (PADS) termasuk pajak daerah, belum efektif, sehingga Daerah TingkaT II Kabupaten Bandung harus bergantung pada pendapatan berasal dari pemberian Pemerintah (bantuan atau subsidi dari Pusat) dalam menjalankan otonominya. Masalah yang mengakibatkan penerimaan pajak daerah belum efektif. adalah pajak daerah banyak yang tidak cocok sebagai pajak daerah, dan produktivitas petugas pajak daerah yang rendah. Fokus penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja pegawai daerah, yaitu kemampuan dan motivasi kerja. Sumbangan penelitian ini adalah pada pengembangkan path-gool theory (gaya kepemimpinan-motivasi-produktivitas), dalam meningkatkan efektifitas penerimaan pajak daerah bagi terwujudnya titik berat otonomi pada Daerah Tingkat II Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang tidak kondusif terhadap motivasi dan produktivitas kerja pegawai daerah, mengakibatkan belum efektifnya penerimaan pajak daerah, sehingga sampai saat ini daerah tetap mempunyai tingkat ketergantungan tinggi pada subsidi pusat. Kata kunci : Motivasi dan produktivitas kerja, pendapatan asli daerah
Copyrights © 2003