Otonomi daerah tidak hanya menuntut desentralisasi kekuasaan tetapi juga berimplikasipada desentralisasi keuangan pada daerah tingkat dua. Harapan masyarakat yangbegitu besar dengan adanya desentralisasi keuangan justru saat ini menjadi seranganbalik bagi masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk melihat dampak otonomi daerahmenurut penilaian masyarakat berkaitan dengan layanan dan program yang ditawarkanpemerintah Kota Bengkulu. Metode analisis adalah pendekatan deskriptip denganmengkombinasikan data statistik dan penilaian masyarakat di Kota Bengkulu. Hasilpenelitian menggambarkan bahwa desentralisasi keuangan masyarakat menilai di kotaBengkulu kinerja layanan terutama dalam arti luas seperti; fasilitas publik, jalan,jembatan, sarana-prasarana yang lainnya tidak lebih baik sebelum adanya otonomidaerah. Belanja Daerah yang dialokasikan cenderung tidak berfihak pada program yangbersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Belanja daerah banyak digunakanuntuk hal-hal yang tidak produktif. Sebesar 60% sampai 70% dari Anggaran PendapatanBelanja Daerah digunakan membiayai gaji pegawai.
Copyrights © 2013