Jurnal Kimia Khatulistiwa
Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa

PERBANDINGAN PENGOMPLEKS KALIUM TIOSIANAT DAN 1,10 FENANTROLIN PADA PENENTUAN KADAR BESI DENGAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

Lia Destiarti, Nora Idiawati, Tiara Handayani, (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Apr 2018

Abstract

Penentuan besi sangat penting untuk perlindungan lingkungan, proses kimia dan studi kesehatan masyarakat. Pengompleks besi yang sering digunakan adalah 1,10-fenantrolin dan kalium tiosianat. Pengompleks 1,10-fenantrolin merupakan pengompleks yang cukup mahal sehingga dapat menjadi faktor penghambat dalam analisis. Kalium tiosianat dibandingkan dengan 1,10-fenantrolin memiliki harga yang relatif lebih murah sehingga akan efisien dalam bidang ekonomi. Pada penelitian ini telah dilakukan penentuan kadar besi dengan menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Metode ini dilakukan dengan mengomplekskan zat yang akan dianalisis dengan pengompleks besi yang akan membentuk suatu warna yang spesifik. Pada metode tersebut dilakukan perbandingan pengompleks yaitu 1,10-fenantrolin dan kalium tiosianat. Pada kedua metode dilakukan validasi metode analisis dengan beberapa parameter yaitu presisi, akurasi, LOD, LOQ dan linieritas. Hasil penetapan kadar besi dengan menggunakan  pengompleks 1,10-fenantrolin yaitu diperoleh data bias akurasi 0,81%-24,60%, presisi 3,17%-12,60%, limit of detection (LOD) 0,88 ppm, limit of quantification (LOQ) 2,95 ppm, linieritas 0,0305x dan koefisien korelasi 0,996 pada rentang konsentrasi kerja 1-5 mg/L. Penetapan kadar besi dengan pengompleks KSCN memberikan data bias akurasi 2,90%-33,1%, presisi 2,20%-36,60%, LOD 0,82 ppm, LOQ 2,73 ppm, linieritas 0,0333x dan koefisien korelasi 0,997. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengompleks 1,10-fenantrolin lebih baik dibandingkan dengan kalium tiosianat. Kata Kunci: 1,10-fenantrolin, besi, kalium tiosianat, validasi

Copyrights © 2018