Potensi humat di Indonesia cukup tinggi karena sumber asam humat yang berasal dari lahan gambut melimpah. Asam humat dapat  diperoleh dari kompos yang sudah matang. Kompos merupakan bahan organik yang terdiri dari sisa-sisa tanaman, hewan, ataupun sampah-sampah yang telah mengalami pelapukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut KOH dan praperlakuan dengan larutan HCl pada proses ekstraksi asam humat dari kompos terhadap asam humat hasil ekstraksi dan karaktersitik yang diperoleh. Asam humat diekstraksi dengan pelarut  KOH, dan terendapkan dengan penambahan HCl, kemudian dicuci dengan akuades dan diuji dengan AgNO3 hingga tidak terbentuk endapan, selanjutnya dilakukan penentuan nilai keasaman, karboksil dan fenolik. Asam humat yang paling banyak didapat pada konsentrasi 0,25 M, dengan hasil tanpa praperlakuan sebesar 4,486 %, dan dengan hasil praperlakuan sebesar 6,699 %. Asam humat hasil ekstraksi dengan praperlakuan memperoleh nilai total keasaman, karboksil dan fenolik yaitu masing-masing 812,5 cmol/kg, 287,5 cmol/kg dan 525 cmol/kg. Kata Kunci : asam humat, variasi konsentrasi, praperlakuan, nilai keasaman
Copyrights © 2017