Buah asam kandis (Garcinia dioica Blume) merupakan sumber antioksidan dan antibakteri, namun pemanfaatannya dalam wujud ekstrak memiliki waktu penyimpanan yang relatif pendek dan rentan mengalami kerusakan akibat pengaruh lingkungan. Enkapsulasi merupakan salah satu solusi untuk melindungi dan mengontrol pelepasan bahan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan antibakteri buah asam kandis sebelum dan sesudah proses enkapsulasi dengan bahan penyalut pati-CMC (Carboxymethylcellulose). Adapun prosedur enkapsulasi dilakukan pada 20% (b/b) fraksi etil asetat dan pati-CMC dengan perbandingan 1:3 menggunakan metode freeze drying. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl hydrazil), sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumur. Hasilnya diperoleh aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 fraksi dan enkapsulat masing-masing adalah 37,883 dan 359,225 ppm. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri diperoleh hasil bahwa fraksi aktif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus dan Pseudomonas aeruginosa pada rentang konsentrasi 1-6 mg/sumur, sendangkan enkapsulat hanya aktif menghambat bakteri P.aeruginosa pada rentang konsentrasi 0,3-1,0 mg/sumur. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan pati-CMC dengan perbandingan 1:3 belum optimal melindungi bahan aktif saat diaplikasikan sebagai sumber antioksidan, namun optimal dalam meningkatkan sifat antibakteri fraksi etil asetat buah asam kandis.Kata Kunci: G. dioica Blume, antioksidan, antibakteri, enkapsulasi, freeze drying
Copyrights © 2018