Asam humat merupakan hasil dekomposisi bahan organik. Asam humat dapat terkandung pada tanah gambut, kompos atau humus. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu kontak ekstraksi (1 jam, 2 jam, 4 jam, 6 jam, dan 12 jam) dan pengaruh frekuensi ekstraksi (1 kali, 2 kali, 3 kali dan 4 kali) terhadap perolehan asam humat dari kompos kotoran sapi. Asam humat diekstraksi dengan pelarut basa (KOH), dan diendapkan dengan penambahan asam (HCl) kemudian dimurnikan dengan KOH. Selanjutnya dilakukan penentuan nilai keasaman asam humat dengan metode titrasi dan dianalisis gugus fungsinya dengan spektrofotometer FTIR. Persentase asam humat hasil ekstraksi pada waktu kontak 1 jam, 2 jam, 4 jam, 6 jam dan 12 jam secara berturut-turut sebesar 1,2711%, 3,0948%, 2,9606%, 2,6057%, dan 2,4178%. Persentase asam humat paling banyak diperoleh pada waktu kontak 2 jam. Nilai total keasaman, gugus karboksil dan gugus fenolik asam humat dari frekuensi ekstraksi yang masuk dalam rentang Schnitzer diperoleh pada frekuensi ekstraksi dua kali secara berturut-turut adalah 625 cmol kg-1, 300 cmol kg-1 dan 325 cmol kg-1. Dengan demikian, melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persentase asam humat terbaik pada waktu kontak 2 jam dan frekuensi ekstraksi dua kali. Kata Kunci : kompos, asam humat, total keasaman, fenolik
Copyrights © 2017