Penelitian ini dilakukan karena dilatarbelakangi telah meningkatnya keinginan masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal. Dalam melakukan investasi saham di pasar modal, diperlukan pengetahuan dalam berinvestasi terutama membentuk suatu portofolio. Portofolio optimal akan memberikan kemudahan bagi investor dalam memperhitungkan risiko dan tingkat bunga yang mungkin akan diterima pada masa yang akan datang. Portofolio yang dibentuk dapat diukur kinerjanya menggunakan tiga metode yaitu metode Sharpe Treynor dan Jensen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dari penelitian ini sebanyak 47 emiten dimana 18 emiten untuk indeks LQ45 dan 29 emiten untuk indeks Kompas100. Pembentukan portofolio optimal pada penelitian ini menggunakan metode indeks tunggal. Untuk pengujian hipotesis, terlebih dahulu data diuji normalitas menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dan kemudian diuji perbedaannya menggunakan uji T-test dan Mann-Whitney Test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hanya ada 10 saham indeks LQ45 dan 10 Saham indeks Kompas100 yang masuk ke dalam kandidat portofolio optimal. Kinerja portofolio saham untuk indeks LQ45 dan indeks Kompas100 tidak memiliki perbedaan yang signifikan jika diukur menggunakan metode Sharpe, Terynor dan Jensen.  Kata kunci      : Saham, Portofolio Optimal, Metode Indeks tunggal, Metode Sharpe, Treynor dan Jensen.
Copyrights © 2017