ABSTRAK Anggaran Berbasis Kinerja adalah sistem penganggaran yang mulai diterapkan bertahap di Indonesia sejak tahun 2005 untuk menggantikan fungsi penganggaran secara tradisional yang dimaksud agar pertanggungjawaban penggunaan anggaran tidak hanya berupa output saja tapi juga termasuk outcome. Anggaran berbasis kinerja lebih menekankan pada analisa rangkaian kegiatan yang dihubungkan dengan tujuan dan pengukuran value for money. Untuk menganalisis penerapan anggaran berbasis kinerja pada Kantor Kecamatan Pontianak Tenggara, penulis melihat penerapan anggaran berbasis kinerja yang berdasarkan pada aspek penganggaran berbasis kinerja yang telah ditentukan oleh Departemen Keuangan Indonesia, menggunakan kuisioner dengan penilaian value for money dan akuntabilitas serta melakukan wawancara dan studi dokumentasi untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penerapan anggaran berbasis kinerja. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan penerapan anggaran berbasis kinerja yang dilakukan oleh Kantor Kecamatan Pontianak Tenggara berjalan dengan baik, ini dapat dilihat dari pencapaian kinerja yang disesuaikan dengan visi, misi, tujuan, sasaran, dan target yang telah ditetapkan. Kantor Kecamatan Pontianak Tenggara mengalami kesulitan dalam penetapan dan pengukuran indikator value for money tepatnya pada penentuan impact and benefit. Kuranganya pembiayaan, kurangnya sumber daya manusia, dan kurangnya sarana dan prasarana kerja yang menjadi kendala dalam penerapan anggaran berbasis kinerja. Â Kata Kunci : Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja, Aspek-Aspek Penganggaran Berbasis Kinerja, Laporan kinerja, Value for money , Akuntabilitas, faktor-faktor yang mempengaruhi Anggaran Berbasis Kinerja. Â
Copyrights © 2017