Fosfat merupakan salah satu unsur yang terdapat secara bebas di alam dan terdapat juga dalam deterjen sebagai salah satu komponen yang dapat mengikat kotoran. Kandungan fosfat yang berlebih didalam badan air dapat menyebabkan permasalahan yang kompleks. Fosfat tersebut dapat memicu pertumbuhan secara signifikan tumbuhan air seperti eceng gondok karena merupakan unsur penting yang dibutuhkan dalam pertumbuhannya dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem badan air karena dapat menghambat proses penetrasi oksigen dan sinar matahari kedalam badan air. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar pencemar fosfat dari outlet sistem IPAL RSUD Dr. Soedarso Pontianak karena hasil pengujian air limbah pada outlet IPAL RSUD Dr. Soedarso Pontianak sebelum dibuang ke badan air Sungai Raya menunjukkan kadar fosfat yang melebihi baku mutu parameter yang telah ditetapkan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasi lapangan dan pengujian skala laboratorium dengan metode jartest. Dalam penelitian ini untuk menurunkan kadar pencemar fosfat dalam sistem IPAL menggunakan media tawas sebagai koagulan untuk mengikat senyawa fosfat membentuk jonjot "“ jonjot/ flok yang dapat mengendap secara gravitasi. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi tawas berbanding terbalik dengan konsentrasi fosfat dalam air saat dilakukan pengujian dengan menggunakan jartest. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai fosfat (PO4-) pada sampel (Y) dan dosis koagulan tawas (X). Diperoleh persamaan regresi y = -0,3458x + 5,8715dengan R2 = 0,8454. Beberapa rekomendasi perbaikan sistem IPAL dengan penambahan bak koagulasi/ flokulasi dengan menggunakan pengadukan cepat dan lambat serta penambahan bak pengendap dengan mengoptimalkan fungsi bak yang ada.Kata-kata kunci: fosfat, tawas, jartest
Copyrights © 2016