Keterbatasan anggaran untuk menjaga konstruksi perkerasan dan geometrik jaringan jalan kabupaten di Kabupaten Sekadau sepanjang 592,93 km dengan kondisi 37,07 % atau sebesar 219,80 km dalam keadaan rusak. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun prioritas penanganan jaringan jalan kabupaten di Kabupaten Sekadau agar kondisi jalan berada pada kondisi mantap dan dapat dirasakan manfaatnya terutama dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas orang/barang. Penentuan prioritas penanganan jaringan jalan ini didasari atas kinerja jaringan jalan. Ruas jalan yang diprioritaskan untuk ditangani adalah ruas jalan dengan kinerja terendah. Dengan menggunakan Analisis Multi Kriteria dalam penilaian kinerja jaringan jalan, khususnya metode proses analisis hirarki untuk menentukan bobot dari kriteria-kriteria penilaian kinerja jaringan jalan. Metode ini menggunakan tiga kriteria, yaitu (1) kondisi jalan, (2) kondisi jaringan, (3) aspek ekonomi dan manajemen. Hasil pembobotan kriteria berdasarkan persepsi stakeholders memberikan hasil bobot kriteria (1) 0,4167, kriteria (2) 0,3423 dan kriteria (3) 0,2410. Bobot kriteria digunakan untuk membentuk bobot relatif variable. Matriks kinerja diperoleh dari bobot relatif variable dikalikan dengan skoring dari variabel kriterianya masing-masing. Hasil dari penilaian kinerja ruas jalan diperoleh prioritas penanganan ruas kabupaten di Kabupaten Sekadau adalah (1) Jalan Balai Sepuak-Tabuk Hulu, (2) Jalan Tabuk Hulu-Pakit Mulau, dan (3) Jalan Mungguk-Penanjung, ketiga ruas jalan tersebut menunjukkan nilai kinerja jalan terendah. Kata kunci: prioritas penanganan, kinerja ruas jalan, proses analisis hirarki
Copyrights © 2018