Masalah gizi adalah masalah yang mungkin terjadi pada lansia yang erat kaitannya dengan masukan makanan dan metabolisme tubuh serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hal ini disebabkan oleh terjadinya proses degradasi yang berlangsung sangat cepat yang mengakibatkan terjadinya perubahan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi lanjut usia di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh Tahun 2011. Desain penelitian yang digunakan deskriptive corelative dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 26 - 29 Oktober 2011 di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh dengan jumlah responden 49 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk dikotomi. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan total sampling, analisa bivariat dengan mengunakan uji statistik chi-square test (x2). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi dengan status gizi lanjut usia, diantaranya aktivitas fisik, depresi dan kondisi mental, pengobatan, penyakit dan kemunduran biologis dengan status gizi lanjut usia dengan nilai p-value 0,05. Kesimpulan hasil penelitian didapatkan bahwa status gizi lansia sudah berada dalam kategori normal, maka peneliti menyarankan kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh agar dapat mengoptimalkan perhatian terhadap makanan yang dikonsumsi lansia guna mencapai status gizi yang normal dan dalam memberikan obat kepada lansia agar lebih memperhatikan daya penyerapan obat tanpa mempengaruhi status gizi lansia, dan peneliti selanjutnya dapat menjadikan referensi untuk melihat lebih lanjut tentang hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi dengan status gizi lanjut usia.
Copyrights © 2012