mukosa saluran pernapasan, perawat pelaksana harus memiliki pengetahuan untuk mencegah terjadinyapenumpukan sekret yang menyebabkan terjadinya pneumonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara pengetahuan perawat pelaksana dengan pencegahan pneumonia pada pasientirah baring di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda AcehTahun 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive corelational dengan desaincross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional sampling, menggunakan rumusSlovin dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner denganpernyataan dalam bentuk multiple choise dan skala Likert. Hasil penelitian bivariat didapatkan ada hubunganantara pengetahuan perawat pelaksana tentang konsep dasar dengan pencegahan pneumonia pada pasien tirahbaring dan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan perawat pelaksana tentang asuhan keperawatandengan pencegahan pneumonia pada pasien tirah baring. Didapatkan gambaran bahwa perawat pelaksanamempunyai pengetahuan baik. Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara pengetahuantentang konsep dasar dengan pencegahan pneumonia nilai p-value 0,014 dan pengetahuan tentang asuhankeperawatan dengan pencegahan nilai p-value 0.009. Berdasarkan hasil penelitian, dapat direkomendasikankepada perawat pelaksana untuk berupaya mempertahankan pengetahuan yang dimiliki dalam hal melakukantindakan pencegahan pneumoniaKata Kunci: Pengetahuan perawat, Pencegahan pneumonia, Tirah baringĀ
Copyrights © 2013