Abstrak Grup musik Kemuning adalah sebuah Grup musik tradisional Tiongkok yang didirikan pada tanggal 20 Juni 2005. Tujuan utama didirikannya Grup musik ini adalah untuk melestarikan musik tradisional Tiongkok di Indonesia, khususnya musik tradisional Tiongkok di Surabaya. Aktivitas dari Grup musik Kemuning ini diantaranya dengan mengadakan latihan rutin setiap Senin malam, bermain di berbagai acara, seperti pernikahan, ulang tahun, imlek, lebaran, natal, dll. Dalam acara tertentu, grup musik Kemuning juga mengkolaborasikan antara musik dan lagu-lagu Tiongkok, Indonesia dan barat, sebagai wujud akulturasi antara budaya Tiongkok, Indonesia dan barat. Grup musik Kemuning juga pernah mengikuti festival keroncong se- Jawa Timur di Jember pada tahun 2006, dan berhasil menjadi juara 2 dalam festival tersebut. Selain itu, Grup Musik Kemuning Surabaya juga memberikan kursus musik, khususnya musik tradisional Tiongkok, sebagai upaya regenerasi anggota sekaligus upaya pelestarian musik tradisional Tiongkok. Dari beberapa contoh aktivitas dan kegiatan Grup Musik Kemuning Surabaya di atas, penulis merasa tertarik untuk meneliti tentang “Eksistensi Musik Tradisional Tiongkok oleh Grup Musik Kemuning Surabaya” ini, karena Penulis berasumsi bahwa eksistensi/keberadaan dari Grup musik Kemuning ini juga dapat berkontribusi bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang tertarik dan berminat untuk mempelajari alat musik tradisional Tiongkok sekaligus menjadi media pelestarian musik tradisional Tiongkok di Surabaya. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana bentuk penyajian musik oleh grup musik Kemuning dan Bagaimana usaha atau upaya grup musik Kemuning untuk mempertahankan eksistensinya di masyarakat. Pendekatan penelitian pada penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan objek penelitian “musik tradisional Tiongkok oleh grup musik Kemuning Surabaya” dan subjek penelitian yang meliputi: “pendiri sekaligus sesepuh grup musik Kemuning, pemain guzheng dan dizhi grup musik Kemuning, tetangga sekitar jalan Kemuning, tokoh masyarakat tionghoa Surabaya, dan penikmat dari grup musik Kemuning”. Simpulan dari penelitian, yaitu Format bentuk penyajian Grup musik Kemuning biasanya menggunakan panggung dalam suatu ballroom atau ruangan dengan menggunakan sound system, mike, kursi bagi pemain musik dan penyanyi, alat-alat musik seperti guzheng, yangqing, dizi, erhu, biola, keyboard, angklung, kolintang, dan alat-alat pendukung lainnya. Kostum atau seragam yang digunakan oleh Grup musik kemuning ketika tampil diberbagai acara adalah kostum perpaduan batik dan dang zhuang, celana jeans atau celana kain, rok atau dress, sepatu pantofel dan high heels. Lagu-lagu yang dimainkan oleh Grup musik Kemuning tidak hanya lagu-lagu mandarin saja, melainkan juga memainkan lagu-lagu Indonesia, barat, dan lagu-lagu lain sesuai konteks acaranya. Usaha Atau Upaya yang dilakukan Grup musik Kemuning untuk mempertahankan eksistensinya yaitu dengan berusaha disiplin untuk berlatih, memberikan kursus musik, regenerasi anggota, pembaruan lagu, adanya dukungan dana dari pihak internal maupun eksternal, dan promosi. Kata kunci : Eksistensi, Grup musik Kemuning, musik tradisional Tiongkok, bentuk penyajian
Copyrights © 2016