ABSTRAK Fuga (bahasa latin = ‘kejaran’) merupakan karangan musik yang tersusun menurut peraturan khususu dalam 2-8 suara, namun biasanya dengan 3 atau 4 suara saja. Fuga adalah musik polifoni dengan gaya tiruan dalam taraf yang paling tinggi dan paling luas. Dayanya terletak dalam tema dengan ‘kontrapungnya’ yang sekaligus merupakan lawan dan pelengkap dari tema. Fuga lebih bebas dari pada kanon; namun lebih kompak dibandingkan dengan motet, karena biasanya fuga hanya memakai satu tema. Fuga umumnya merupakan musik instrumental: hal ini nampak pada irama serta lompatan-lompatan melodi tema; sedangkan ricercare (pendahulu fuga) masih membawa warisan musik motet: tema / temanya melodis dengan irama sederhana, dengan langkah kurang lebih diatonis (Prier, 2009: 127). Kontrapung mengandung arti perlawanan antartitik. Di dalam music merupakan gaya music yang disuse secara bersahut-sahutan, berasal dari kata punctus contra punctus atau point contra point. Landasan kontrapung adalah sederetan melodi pokok sebagai titik-titik yang akan diperlawankan. Music-music kontrapungtis yang dikenal dalam reportoir lama menggunakan canto fermo (cantus firmus) sebagai jalur melodi pokoknya. Rumusan Masalah p enelitian ini adalah bagaimana kontrapung lagu Fuga Lute Suite BWV 998 karya J.S Bach. Objek penelitian difokuskan pada kontrapung lagu Fuga Lute Suite BWV 998 karya J.S Bach. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penyimpulan (conclusion). Adapun uji keabsahan data menggunakan validitas data. Teknik komposisi fuga mempunyai struktur Subject yang telah tersusun lantas diimitasi pada tingkat V dan disebut dengan istilah answer (A). Nada pada sopran yang menyertai (A) disebut dengan counter subject (CS) apabila dimunculkan tiap kali (S) atau (A) dimainkan. Namun jika hanya sekali muncul disebut counterpoint atau kontrapung Ekspsosisi ini dapat dilihat bagaimana subject dan answer selalu bermunculan dan selalu diiringi oleh counter subject atau kontrapung sebagai pelengkap answer. Untuk episode, bagian ini selalu sebagai jembatan untuk menuju eksposisi selanjutnya. Seni bermain fuga disini ialah bagaimana menonjolkan subject dan answer meskipun terdapat suara register atas yang terkadang membuat kita terkecoh dalam memainkannya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lagu Fuga BWV 998 memiliki bentuk EKSPOSISI 1 – EKSPOSISI 2 – EKSPOSISI 3 – EPISODE 1 – EKSPOSISI 4 – EPISODE 2. Kata Kunci : Fuga, Kontrapung, Lute Suite BWV 998, J.S Bach
Copyrights © 2016