Majalah Kedokteran Bandung
Vol 44, No 2 (2012)

Nilai Indeks Terapi Ekstrak Etanol Daun Dewa {Gynura pseudochina (Lour.) DC} dan Natrium Diklofenak pada Tikus Model Inflamasi

Donaliazarti, Donaliazarti (Unknown)
Sitorus, Truly (Unknown)
Sigit, Josep I. (Unknown)
Sudjatno, Muchtan (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Sep 2013

Abstract

Indeks terapi merupakan parameter keamanan obat yaitu perbandingan dosis yang menyebabkan kematian pada 50% hewan uji (DL50) dengan dosis yang menghasilkan efek terapi pada 50% hewan uji (DE50). Inflamasi merupakan proses dasar berbagai penyakit dan daun dewa {Gynura pseudochina (Lour.) DC} merupakan salah satu tanaman obat yang terbukti sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks terapi ekstrak etanol daun dewa dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang banyak digunakan yaitu natrium diklofenak. Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakologi Klinik Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada bulan Agustus–Oktober 2009. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap. Nilai DE50 dihitung berdasarkan kemampuan menghambat pembesaran radang sampai maksimal 75% pada jam ke-5 setelah pemberian zat. Nilai DL50 dihitung berdasarkan jumlah tikus yang mati selama 14 hari setelah diberikan dosis tunggal per oral. Berdasarkan statistik probit, DE50 ekstrak etanol daun dewa (22,78 mg/kgBB) lebih besar daripada DE50 natrium diklofenak (1,13 mg/kgBB) dan DL50 ekstrak etanol daun dewa (28,352.84 mg/kgBB) lebih besar daripada DL50 natrium diklofenak (49,41 mg/kgBB). Indeks terapi ekstrak etanol daun dewa (1.245:1) sebagai antiinflamasi lebih besar daripada indeks terapi natrium diklofenak (44:1). Simpulan, dari segi keamanan, ekstrak etanol daun dewa lebih baik daripada natrium diklofenak pada tikus model inflamasi. [MKB. 2012;44(2):90–5].Kata kunci: Antiinflamasi, daun dewa, DE50, DL50, indeks terapi, natrium diklofenakTherapeutic Index of Dewa Leaf {Gynura pseudochina (Lour.) DC} Ethanol Extract and Sodium Diclofenac in Inflammation Rat ModelTherapeutic index, a drug safety parameter, is comparation between the dose at which 50% animals are dead (LD50) and the dose at which 50% animals exhibit the specified effect (ED50). Inflammation was a basic process in various diseases and Dewa leaf {Gynura pseudochina (Lour.) DC} was one of the herbal plants which has been proved as an anti-inflammatory. This study was conducted in order to know therapeutic index of Dewa leaf ethanol extract and sodium diclofenac, a common use non steroid anti inflammation drug (NSAID). The study was conducted in the Laboratory of Clinical Pharmacology Dr. Hasan Sadikin Hospital Faculty of Medicine Padjadjaran University in August–October 2009. This study used laboratory experimental design with a complete randomized block. Median effective dose was counted based on the ability to inhibit the inflammation process until maximal 75% in fifth hour after treatment. Median lethal dose was counted based on number animals dead until 14 days after single dose with oral administration. This research showed that ED50 of Dewa leaf ethanol extract (22.78 mg/kgBW) was bigger than ED50 of sodium diclofenac (1.13 mg/kgBW) and LD50 of Dewa leaf ethanol extract (28,352.84 mg/kgBW) was bigger than LD50 of sodium diclofenac (49.41 mg/kgBW). Therapeutic index of Dewa leaf ethanol extract (1,245:1) as anti-inflammatory was bigger than therapeutic index of sodium diclofenac (44:1). In conclusion, for a safetyness Dewa leaf ethanol extract is better than sodium diclofenac in inflammationrat model. [MKB. 2012;44(2):90–5].Key words: Anti-inflammatory, dewa leaf, ED50, LD50, sodium diclofenac, therapeutic index DOI: http://dx.doi.org/10.15395/mkb.v44n2.80

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

mkb

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Majalah Kedokteran Bandung (MKB)/Bandung Medical Journal publishes peer-reviewed original articles and case reports in basic medical research, clinical research, and applied medical science. This journal is published quarterly (March, June, September, and December) by Faculty of Medicine Universitas ...