Jurnal Keteknikan Pertanian
Vol. 4 No. 1 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN

Perubahan Kualitas Pasca Panen Bayam Organik selama Penyimpanan setelah Perlakuan Heat Shock dan Hydrocooling

Dini Nur Hakiki (Departemen Teknologi Paangan, Universitas Mathla'ul Anwar, Jalan Raya Labuan Km 23 Cikaluang Saketi Pandeglang Banten)
Emmy Darmawati (Departemen Teknologi Pascapanen, Institut Pertanian Bogor Indonesia, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16690)
Y Aris Purwanto (Departemen Teknologi Pascapanen, Institut Pertanian Bogor Indonesia, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16690)
Ueno Hideto (Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman, Universitas Ehime Jepang)
Yo Toma (Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman, Universitas Ehime Jepang)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2017

Abstract

AbstractThe objective of this study was to investigate the quality of organic spinach during storage after hydrocooling and heat shock treatment. Hydrocooling treatment was carried out using cold water of 3-5°C for 5 min and heat shock treatment was carried out using warm water of 40°C for 3.5 min. After treatments, samples of spinach were placed at cold storage of 7°C, RH of 95-98%. The changes in color, nitrate content, soluble solid content, ascorbic acid, total antioxidant were observed at 1, 3 and 7 days during storage period. Postharvest treatment using by hydrocooling and heat shock can maintain chlorophyll significantly. Heat shock was better than hydrocooling to maintain chlorophyll. Postharvest treatments were no significant difference with control to quality of color, ascorbic acid, total soluable solid, and antioxidant.AbstrakTujuan penelitian ini untuk menganalisis perubahan kualitas bayam organik (Spinacia oleraceae L.) selama penyimpanan setelah perlakuan hydrocooling dan heat shock. Perlakuan hydrocooling dilakukan dengan cara merendam bayam dalam air dingin pada suhu 3-5oC selama 5 menit sedangkan perlakuan heat shock dilakukan dengan cara merendam dalam air hangat pada suhu 40oC selama 3.5 menit. Bayam selanjutnya disimpan pada 7oC, RH 98-95% selama 7 hari. Perubahan kualitas bayam berupa warna, klorofil, kandungan nitrat, total padatan terlarut, asam askorbat, dan total antioksidan diamati selama penyimpanan pada hari ke-1, 3, dan 7 hari. Penanganan pascapanen dapat mempertahankan klorofil secara signifikan. Aplikasi heat shock cenderung lebih baik dalam mempertahankan klorofil dibanding dengan hydrocooling. Aplikasi penanganan pascapanen tidak berbeda nyata dengan kontrol untuk parameter kualitas warna,asam askorbat, total padatan terlarut, dan total antioksidan.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jtep

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Keteknikan Pertanian dengan No. ISSN 2338-8439, pada awalnya bernama Buletin Keteknikan Pertanian, merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) bekerjasama dengan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) IPB yang terbit pertama kali pada tahun 1984, berkiprah ...