Sikap terhadap perilaku tidak memilih, norma subjektif, perceived behavioral control (PBC), internal political efficacy, eksternal political efficacy, political trust, altruisme, kepuasan hidup, usia, pendidikan, pekerjaan dan gender digunakan sebagai determinan dari perilaku tidak memilih pada pemilihan gubernur. Sampel penelitian ini ialah 337 orang yang berdomisili di kecamatan Gunung Sindur Bogor. Semakin tinggi sikap dan kepuasan hidup seseorang semakin besar peluangnya untuk tidak ikut memilih pada pemilihan gubernur, semakin rendah internal political efficacy dan political trust maka peluang untuk tidak ikut memilih menjadi tinggi. Pelajar memiliki peluang yang lebih besar untuk tidak ikut memilih dibandingkan dengan wiraswasta. Dan laki-laki memiliki peluang lebih besar untuk tidak ikut memilih pada pilgub dibandingkan dengan perempuan.
Copyrights © 2013