Epidemi AIDS adalah salah satu penyakit yang paling destruktif di zaman modern ini. Ada lebih dari 33 juta orang telaah terinfeksi hingga tahun 2010.Kasus AIDS di Indonesia ditemukan pertama kali pada tahun 1987 dan terjadipeningkatan sampai tahun 2014 dimana kasus AIDS meningkat menjadi 12.630kasus dimana 3.058 (24%) diantaranya sudah meninggal. Obat-obat HIV memilikiefek samping yang membuat pasien sukar minum obat. HIV juga memiliki tingkatresistensi yang tinggi terhadap obat sehingga diperlukan pengembangan obat baru.Pengembangan obat baru menggunakan senyawa alam merupakan alternatif pilihan, karena senyawa alam relatif lebih aman dibandingkan dengan obat sintesis karena memiliki efek samping yang lebih rendah. Senyawa alkaloidDrymaritin telah terbukti secara in vitro mampu bertindak sebagai anti-HIV.Metode molecular docking dilakukan dalam penelitian ini untuk mengetahuiafinitas senyawa-senyawa tersebut terhadap enzim HIV, yaitu reversetranskiptase. Enzim reverse transkiptase merupakan enzim yang berperan pentingdalam mengkatalis perubahan RNA genom virus menjadi DNA untai ganda yangkemudian akan dibawa ke nukleus sel inang. Apabila enzim ini dihambat makavirus akan menjadi inaktif karena inti sel virus pada DNA tidak terbentuk.Docking dilakukan menggunakan program PyRx, dimana akan menghasilkan nilai∆G. Program PyRx digunakan karena proses docking lebih praktis dari commandprompt Autodock Vina, dimana docking bisa langsung dilakukan pada beberapasenyawa. Berdasarkan hasil molecular docking senyawa Drymaritin terhadapenzim RT HIV diperoleh bahwa senyawa Drymaritin mempunyai afinitasterhadap enzim tersebut. Afinitas senyawa pada enzim RT yaitu, -6.8 kkal/mol. Kata kunci: drymaritin, HIV, molecular docking, reverse transkiptase
Copyrights © 2015