ENGINEERING
Vol 10 No 1 (2019): April

Redesain Alat Pemupuk Jagung Untuk Mengurangi Keluhan Muskuloskeletal Dengan Analisa Biomekanik dan Fisiologi

Ma'rifatul Chasanah (Disperinnaker Kabupaten Tegal)



Article Info

Publish Date
02 Apr 2020

Abstract

Aktifitas Manual Material Handling (MMH) banyak diidentifikasi beresiko besar sebagai penyebab penyakit tulang belakang (low back pain) akibat dari penanganan material secara manual yang cukup berat dan posisi tubuh yang salah dalam bekerja. Kondisi sikap kerja yang tidak alamiah terdapat pada pekerja pemupukan jagung di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur di Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Proses pemupukan jagung dilakukan dengan cara manual, yaitu pekerja membawa ember berisi serbuk pupuk kemudian menaburkannya ke tanaman jagung dengan posisi badan membungkuk. Hal ini memunculkan permasalahan terkait postur kerja yang dapat menimbulkan keluhan pada pekerja. Untuk itu penulis mencoba merancang ulang alat pemupuk jagung dengan memperhatikan data anthropometri pekerja agar lebih ergonomis dan dapat memperbaiki posisi kerja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental. Analisa data menggunakan perhitungan keluhan dengan nordic body map, perhitungan gaya tekan pada L5S1, %CVL (Cardiovascular Load), Konsumsi Energi (energy expenditure), dan produktivitas untuk kemudian dibandingkan dengan alat yang sekarang digunakan. Hasil penelitian yang didapatkan antara lain: dimensi alat pemupuk jagung yang baru adalah Tinggi sampai handle/pegangan = 90,74 cm, Panjang handle = 12,14 cm, Diameter handle = 2 cm, Panjang rem = 7,8 cm, dan Tinggi keseluruhan alat = 125 cm. Rata-rata tingkat keluhan yang dirasakan pekerja sebelum dan sesudah penggunaan alat baru mengalami penurunan dari 65,9% menjadi 5,1%. Rata-rata gaya tekan pada L5S1 sebelum dan sesudah penggunaan alat baru mengalami penurunan dari 3.298,4 N menjadi 314,6 N. Rata-rata %CVL sebelum dan sesudah penggunaan alat baru mengalami penurunan dari 33,63% menjadi 19,75%. Rata-rata energy expenditure sebelum dan sesudah penggunaan alat baru mengalami penurunan dari 1,67 menjadi 0,9. Rata-rata produktivitas sebelum dan sesudah penggunaan alat baru mengalami kenaikan dari 31,44% menjadi 55,19%. Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya dalam melakukan sebuah pekerjaan harus menggunakan alat yang sesuai dengan karateristik tubuh pekerja, agar lebih efektif, efisien, memberikan kenyamanan bagi para pekerja, dan menghindari dari terjadinya keluhan muskuloskeletal.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

eng

Publisher

Subject

Engineering

Description

Journals that publish scientific articles from various engineering / engineering disciplines namely mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering. Articles published in the Engineering Journal include the results of original scientific research (top priority), scientific review ...