Abstract: Implementation of Batik Training is one way to empower the community in BunutWetanVillage.This Research Aims To Describe: 1) Implementation of Community Empowerment Through the BatikTraining Program. 2) Factors that support and inhibit anything in the process of implementing theCommunity Empowerment Program Through the Batik Training Program in BunutWetan Village,Malang Regency. The type of research used is qualitative. Data sources: primary data and secondarydata. The technique of determining the informant was purposive sampling, with village head informants,KAUR Village Government, PKK Chairmen and village communities who took part in the batik training.Then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion. After that the data was testedusing triangulation techniques, namely interviews, observation and documentation. The results of thestudy that the implementation of batik training in empowering the community was good. Implementationof Batik Training from village government policies has tried and provided the community with theopportunity to participate in the training. In its implementation there are several obstacles such as theabsence of a definite container for batik training and funds that have not been provided.Keywords: Implementation, Community Empowerment, Batik Training.Abstrak: Pelaksanaan Pelatihan Membatik merupakan salah satu cara memberdayakan masyarakat diDesa Bunut Wetan. Penelitian Ini Bertujuan untuk Mendeskripsikan: 1) Pelaksanaan PemberdayaanMasyarakat Melalui Program Pelatihan Membatik. 2) Faktor-faktor yang pendukung dan menghambatapa saja dalam Proses implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program PelatihanMembatik di Desa Bunut Wetan Kabupaten Malang.Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif.Sumber data: data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan purposive Sampling, denganinforman Kepala Desa, KAUR Pemerintah Desa, Ketua PKK dan Masyarakat desa yang mengikutipelatihan membatik melalui teknik pengumpulan data yaitu wawanacara, observasi dan dokumentasi.Kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Setelah itudiuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan pelatihan membatik dalammemberdayakan masyarakat sudah baik. Pelaksanaan pelatihan membatik dari kebijakan pemerintahsudah berusaha serta memberikan masyarakat kesempatan untuk ikut serta dalam pelatihan tersebut.Dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala seperti belum adanya wadah yang pasti untuk pelatihanmembatik serta data yang belum cukup tersediakan.Kata kunci: Implementasi, Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan Membatik.
Copyrights © 2019