Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
Vol 11, No 1 (2018): Maret

Pemanfaatan Bahan Nabati Lokal Berefek Pestisida untuk Mengendalikan Hama Cylas formicarius pada Tanaman Ubi Jalar

Nina Jeni Lapinangga (Politani Negeri Kupang)
Yosefus F. da Lopez (Jurusan Pertanian Lahan Kering, Politani Kupang)



Article Info

Publish Date
01 Feb 2019

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu komoditas yang saat ini sedang dikembangkan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, namun produktivitasnya jauh lebih rendah dari pada produktivitas nasional. Penyebabnya yaitu serangan hama Cylas formicarius. Penggunaan insektisida kimia yang dilakukan oleh petani saat ini dapat menimbulkan berbagai pengaruh negatif sehingga perlu dicari alternatif lain untuk mengendalikan hama atau dengan mencari substitusi pestisida kimiawi. Salah satu substitusi tersebut adalah dengan menggunakan pestisida nabati yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Alam di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menyediakan banyak bahan yang berpotensi sebagai pestisida nabati. Misalnya mimba (Azadirachta  indica), babadotan (Ageratum conyzoides), sirsak (Annona muricata), anona (Annona  squamosa), kenikir (Tagetes erecta), pepaya (Carica papaya), dan sirih hutan (Piper caducibracteum). Namun, efektivitas bahan-bahan nabati tersebut untuk mengendalikan hama Cylas formicarius belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pestisida nabati terhadap mortalitas hama Cylas formicarius. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pemikiran bagi petani dalam menentukan teknik pengendalian hama Cylas formicarius yang ramah lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas pestisida nabati terhadap mortalitas hama Cylas formicarius tertinggi sampai terendah berturut-turut yaitu : daun mimba sebesar 97,5%; daun sirsak sebesar 92,5%; daun anona 87,5%; daun sirih sebesar 82,5%; daun babadotan sebesar 67,5%; daun kenikir sebesar 47,5%; dan daun pepaya sebesar 45%. Disarankan untuk menggunakan daun mimba, daun sirsak, daun anona, daun sirih, dan daun babadotan untuk mengendalikan hama Cylas formicarius karena mampu menyebabkan mortalitas larva di atas 50% pada kondisi laboratorium.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

agrovigor

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases. ...