Begitu cepat dan pesatnya perkembangan bidang teknologi kini menghasilkan berbagai macam produk teknologi dalam rangka memudahkan manusia berkomunikasi dan bersosialisasi satu degan lainnya tanpa terhalang oleh ruang, jarak dan bahkan waktu. Baik itu produk yang dihasilkan yakni produk-produk untuk berkomunikasi bersosialisasi secara online dengan melalui internet seperti instagram, youtube, facebook dan lain sebagainya. Akan tetapi selain memudahkan jarak dan waktu atau dengan kata lain meberikan pengaruh baik dan positif, perkembangan yang pesat dan cepat tersebut menimbulkan akibat yang bermacam-macam penggunanya atau user. Pengaruh lainnya dalam bermedia sosial seperti perilaku negatif, melakukan perbuatan yang tidak baik masih terjadi sehingga dibutuhkan faktor pengendaliansikap atau pengendalian diri yang lain yang mendasari orang dalam bertindak atau suatu pedoman sebagai pegangan utama hidup selain cyber ethics dan UU ITE. Yakni melalui Cyber religius, suatu faktor utama sebagai control untuk diri manusia dalam bermedia sosial dengan kepercayaan kepada Tuhan sebagai landasan dasar atau pedoman. Faktor control diri ini mengarahkan manusia dalam menggunakan fasilitas produk teknologi tersebut selalu dalam batasan yang baik dan tidak merugikan pengguna yang lain karena adanya kepercayaan terhadap balasan dalam setiap perbuatan yang dilakukan. Sehingga penggguna tidak akan melakukan perbuatan yang tidak baik karena takut akan balasan yang diberikan Tuhan atas dirinya, dan sebaliknya akan memanfaatkan teknologi dengan baik. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menyampaikan informasi baru berkaitan control diri mahasiswa AMIK JTC Semarang khususnya dalam bermedia sosial agar bertindak dengan bijak dan dengan baik serta menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak baik atau perilaku negatif, sehingga tercipta rasa aman, nyaman, damai, mendaatkan keberkahan dalam kehidupan masing-masing mahasiswa dan masyarakat luas.
Copyrights © 2020