Amplifier tabung vakum terkenal karena dapat mereproduksi suara gitar menjadi “hangat” dan “lantang”. Hal ini disebabkan oleh karakteristik penguatan yang unik dari amplifier tabung vakum itu sendiri. Akan tetapi, teknologi tabung vakum memiliki kekurangan dalam hal efisiensi, ukuran, dan performa. Untuk itu, peneliti merancang dan mengimplementasikan wave shaper pada transistor dengan metode soft clipping, menggunakan sistem penguatan cascade dua tingkat dengan q-point yang berbeda di tiap tingkatannya. Sehingga rangkaian dapat menghasilkan karakteristik penguatan seperti amplifier tabung vakum yakni asymmetrical clipping dengan hard clipping pada siklus positif dan soft clipping pada siklus negatif, juga menghasilkan struktur distorsi harmonis berupa harmonis kedua dengan persentase 40%, harmonis ketiga dengan persentase 15%, dan harmonis keempat dengan persentase 18 %, serta persentase harmonis lainnya sama atau kurang dari 5%.
Copyrights © 2019