Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan

PENYEMPURNAAN SIFAT PAPAN SERAT BERKERAPATAN TINGGI DARI CAMPURAN RUMPUT GELAGAH, TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT, DAN BAMBU

Dian Anggraini Indrawan (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5, Bogor 16610, Tlp./Fax: (0251) 8633378/8633413)
Han Roliadi (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5, Bogor 16610, Tlp./Fax: (0251) 8633378/863341)
Rossi Margareth Tampubolon (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5, Bogor 16610, Tlp./Fax: (0251) 8633378/863341)
Gustan Pari (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5, Bogor 16610, Tlp./Fax: (0251) 8633378/863341)
Adi Santoso (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5, Bogor 16610, Tlp./Fax: (0251) 8633378/863341)
Mohamad Iqbal (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5, Bogor 16610, Tlp./Fax: (0251) 8633378/863341)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2015

Abstract

Papan serat hardboard (HB) dari campuran Rumput Gelagah (RG), Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan bambu andong berpotensi untuk dikembangkan. Namun, percobaan pendahuluan menunjukkan HB tersebut tidak memenuhi persyaratan produk HB dari Japanese Industrial Standard (JIS) dan International Standard Organization (ISO). Tulisan ini mempelajari modifikasi pembuatan HB agar memenuhi standar produk tersebut. Modifikasi yang dilakukan meliputi penambahan konsentrasi alkali dalam pemasakan pulp dan merubah komposisi perekat. Hasil penelitian menunjukkan kualitas HB modifikasi meningkat dan mampu memenuhi persyaratan standar JIS dan ISO. Campuran serat pulp RG dan bambu andong/betung dimasak dengan konsentrasi alkali 10,5% dan 12% untuk serat dari TKKS. Campuran perekat yang digunakan adalah tannin-resorsinol-formaldehida (TRF), alum (tawas) dan emulsi lilin. Campuran serat yang paling banyak memenuhi standar adalah RG pulp (50%) + TKKS pulp (50%), diikuti RG pulp (100%), TKKS pulp (50%) + pulp bambu andong (50%), RG pulp (50%) + pulp bambu betung (50%). Serat yang masih kurang prospektif (bambu betung) diharapkan dapat diperbaiki melalui penggunaan perekat TRF dalam jumlah lebih banyak, arang aktif berukuran nano dan cross-linking agent.    

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

JPHH

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Chemistry Energy Materials Science & Nanotechnology

Description

Jurnal Penelitian Hasil Hutan adalah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan tulisan yang telah dicermati oleh Dewan Redaksi dan Mitra Bestari di bidang hasil hutan. Tulisan dalam Jurnal Penelitian Hasil Hutan mencerminkan inovasi dan hasil penelitian dasar dan terapan yang berkualitas di bidang ...