Penelitian untuk membuat desain Electrical Capacitance Tomography dilakukan menggunakan metode numerik Finite Difference Method (FDM) untuk forward problem dan ditentukan tingkat akurasinya terhadap metode analitik. Solusi berbasis FDM yang diperoleh, digunakan dalam proses rekonstruksi menggunakan metode Landweber dan Newton-Raphson. Perbandingan citra hasil rekonstruksi dari kedua metode dianalisis berdasarkan resolusi dan akurasi citra yang dihasilkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akurasi Finite Difference Method dengan melakukan pemotongan garis pada objek domain, didapatkan 90,57% pada garis horizontal dan 87,43% pada garis vertikal. Adapun hasil untuk rekonstruksi didapatkan akurasi proses rekonstruksi 98% untuk Newton-Raphson dan 88% untuk Landweber. Resolusi citra yang direkonstruksi dengan menggunakan Newton-Raphson mampu membedakan 2 benda dengan jarak pisah minimal 3 cm, sedangkan Landweber mampu membedakan 2 benda dengan jarak pisah minimal 8 cm.
Copyrights © 2020