Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi turut mendukung proses transformasi pengetahuan, ideologi serta paham kegamaan, sehingga remaja dengan mudah mengonsumsi berbagai paham (terutama radikalisme) melalui media sosial. Hadirnya media sosial tidak ada lagi batas ruang antara satu agama dengan agama yang lain, antara satu etnis dengan etnis yang lain, sehingga kehadiran media sosial membawa perubahan terhadap kehidupan remaja. Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan dan menganalisis strategi dakwah di tengah pluralitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga strategi dakwah dalam merawat pluralitas di kalangan remaja: Pertama, Strategi Struktural; Kedua Strategi Kultural; dan Ketiga Strategi New Media. Implikasi dari penelitian ini mubaligh memahami strategi dakwah pada masyarakat plural.The rapid development of information and communication technology also supports the process of transformation of knowledge, ideology, and understanding of religiosity, so adolescents can easily consume various understandings (especially radicalism) through social media. The presence of social media no longer limits the space between one religion with another religion, between one ethnicity and another ethnicity, so the presence of social media brings changes to the lives of adolescents. The purpose of this study is to describe and analyze the da'wah strategy in plurality. The method used is descriptive qualitative. The results showed that there were three da'wah strategies in treating plurality among adolescents: First, Structural Strategies; Second, Cultural Strategies; and Third, New Media Strategy. This research implies that missionaries understand the da'wah strategy in a plural society.
Copyrights © 2019