ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA
Vol 15, No 2 (2012): ATAVISME, Edisi Desember 2012

REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER DALAM CERITA DARI BLORA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: KAJIAN FEMINISME

Hayati, Yenni (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Dec 2012

Abstract

Ketidakadilan gender yang dialami oleh perempuan tergambar dalam karya sastra, tidak saja yang dikarang oleh perempuan, tetapi juga karya sastra yang dikarang oleh pengarang laki­laki. Dalam Cerita dari Blora karya Pramoedya Ananta Toer, ketidakadilan gender itu sangat terlihat yang meliputi; marginalisasi, subordinasi, stereotip, dan kekerasan. Dalam Cerita dari Blora karya Pramoedya Ananta Toer, ketidakadilan gender berupa beban kerja ganda tidak ditemukan. Hal ini disebabkan oleh belum banyaknya kaum perempuan yang berkiprah di dunia publik pada masa cerita ini dibuat, artinya belum banyak perempuan yang mempunyai pendidikan yang memadai sehingga layak dipekerjakan di luar rumah tangga. Oleh karena itu, tidak ada perempuan yang digambarkan memegang peran ganda, baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai pekerja (wanita karier). Abstract: Gender inequality experienced by women is reflected in literary works, not only those written by women writer but also those written by men writer. In Pramoedya Ananta Toer?s Cerita Dari Blora, gender inequalities are very clearly seen; those are marginalization, subordination, stereotype, and cruelty. However, double­working load is not found in this novel. It means that only few women working in the public world when this story was made. Also, those who were educated women were still rare so that they just hold the role of housekeeper. Therefore, there is no woman holding double role both as a housewife and a career woman. Key Words: gender inequality, marginalization, subordination, stereotype, cruelty

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

atavisme

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Atavisme adalah jurnal yang bertujuan mempublikasikan hasil- hasil penelitian sastra, baik sastra Indonesia, sastra daerah maupun sastra asing. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Atavisme diterbitkan oleh Balai ...