Penelitian ini bertujuan mengembangkan aset lokal dalam kerangka pemberdayaan masyarakatsekitar hutan. Pendekatan penelitian ini kualitatif (action research). Hasil penelitian menunjukkan: (masyarakat) kelompok yang tergabung pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)-Mlatirejo telah dapatmengembangkan pengolahan sumberdaya lokal: pembuatan criping pisang, ubi jalar, dan talas melalui teknologi sederhana. Yang belum dilakuan adalah pembuatan kompos dari kotoran ternak sapi/ kambing. Kelompok tersebut juga telah dapat melakukan aksi sosial: santunan anak yatim/piatu, pertemuan kelompok per-selapanan (35 hari) dan pencatatan atas kegiatan yang dilakukan/pengadministrasian, serta sekaligus penghimpunan dana dari oleh dan untuk anggota (masyarakat). Sementara itu LembagaMasyarakat Desa Hutan (LMDH)-Sendangmulyo juga telah dapat melakukan pembuatan criping gadung dan pisang. Seperti pada Gapoktan, pembuatan kompos juga belum dapat dilakukan yang sebenarnya telah mendapat pesanan dari calon pengguna sekitar dua ton-an (menunggu musim hujan). Kegiatan sosial yang dilakukan antara lain mengantar berobat seorang warga yang stress (ke Rumah Sakit Jiwa Solo), pertemuan kelompok sebulan sekali, dan melakukan pencatatan terhadap kegiatan yang dilakukan. Kata kunci: aset lokal, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
Copyrights © 2012