Penenun merupakan salah satu bagian dari masyarakat pekerja perlu mendapat perhatian karena proses kerja yang mereka lakukan banyak mengandung risiko terhadap kesehatan. Posisi kerja yang statis,dengan lama kerja yang tidak menentu, serta penggunaan alat yang masih bersifat tradisional, menyebabkanpenenun mengalami keluhan berupa pegal-pegal, nyeri otot, dan kesemutan pada bagian tubuh seperti leher, pingang, lengan, bokong, dan paha, Proses kerja yang tidak benar dan tidak sesuai dengan norma-normaergonomi, dapat menyebabkan gangguan MSDs. Adapun faktor risiko terhadap keluhan MSDs diantaranya faktorindividu, faktor pekerjaan dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungandengan keluhan Musculoskeletal Disorder (MSDs) pada penenun di Desa Masalili Kecamatan KontunagaKabupaten Muna. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan padaBulan Juni 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah pemenun yang berasal dari Desa Masalili berjumlah 60 orangdengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubunganyang bermakna antara masa kerja dengan keluhan MSDs (p-value = 0,000), tidak ada hubungan bermakna antaraIMT dengan keluhan MSDs (p-value = 0,256), ada hubungan yang bermakna antara lama kerja dengan keluhanMSDs (p-value = 0,013), dan ada hubungan yang bermakna antara postur kerja dengan keluhan MSDs (p-value =0,025) pada penenun di Desa Masalili Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna tahun 2019. Kata Kunci : MSDs, masa kerja, IMT, lama kerja, postru kerja.
Copyrights © 2019