Teknologi otomatisasi ataupun digitalisasi di era revolusi industri 4.0 menjadi tantangan bagi pustakawan untuk mengembangkan perpustakaan. Pustakawan merasa generasi saat ini memiliki ketertarikan yang rendah untuk membaca buku apalagi untuk datang ke perpustakaan. Sebagaimana terlihat di perpustakaan, pemanfaatan perpustakaan akan berfungsi jika pemustaka berkunjung hanya sekedar mencari informasi untuk mengerjakan tugas akhir. Dalam membangun perpustakaan di era revolusi industri 4.0, pustakawan memang dituntut kreatif. Tim marketing perpustakaan adalah pustakawan, strategi harus disusun untuk menarik minat pelanggan yaitu pemustaka. Perpustakaan era revolusi industri 4.0 bukan hanya memfokuskan pemanfaatannya di sebuah fasilitas ruangan, dan pelayanan face to face kepada pemustaka. Akan tetapi, bagaimana caranya perpustakaan memberikan informasi kepada anggota sebagai pemustaka secara mudah dan efisien. Secara garis besar rekayasa teknologi informasi dalam perencanaan pembuatan aplikasi khusus perpustakaan dengan adanya fitur registrasi anggota, account anggota, e-book, e-journal, e-learning, fitur yang menyediakan forum diskusi, kolom berita dan kolom ilmu pengetahuan umum.
Copyrights © 2019