Pemodelan hiposenter kejadian gempa telah dilakukan di wilayah Sulawesi utara menggunakan perangkat HYPO71PC. Proses penentuan posisi hiposenter memperhatikan berbagai aspek referensi, salah satunya adalah penggunaan kedalaman fokal uji. Penelitian ini akan membahas pengaruh elemen tersebut dalam memberikan hasil iterasi. Data kegempaan berasal dari stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dari tahun 2008-2018 dengan ketentuan magnitudo lebih dari 6. Metode pengujian dilakukan secara random dengan memperhatikan data kedalaman terlapor. Hasil pengujian didapatkan pengaruh yang relatif besar terhadap data yang memberikan luaran dan kesesuaian dengan posisi kejadian gempa serta kedalamannya. Efek yang ditimbulkan oleh kedalaman fokal uji mempengaruhi proses iterasi secara kuantitas pemrosesan data. Berdasarkan nilai kesalahan root mean square dan keunikan luaran didapatkan 5 buah kejadian dengan kondisi terbaik.
Copyrights © 2020