Abstrak. Masing-masing komunitas Dayak yang berdiam di pedalaman Kalimantan merasa berdiri sebagai komunitaseksklusif. Namun, ada beberapa komunitas yang mengaku bahwa dia merupakan keturunan atau bagian darikomunitas yang lain, misalnya Dayak Bawo dan Benuaq yang mengakui bahwa dirinya merupakan keturunan dariDayak Lawangan yang tinggal di Tiwei. Tulisan ini membahas kemungkinan adanya hubungan genealogis antarakomunitas Bawo, Benuaq, dan Lawangan. Kajian ini dilakukan berdasarkan pendekatan deskriptif-komparatif ataskonsep religi dalam bentuk artefak penguburan dan bahasa. Berdasarkan pembahasan tersebut diharapkanadanya pemahaman tentang hubungan genealogis antarkomunitas yang ada di pedalaman Kalimantan. Hasil dariperbandingan tersebut ternyata menunjukkan bahwa ketiga komunitas tersebut memang mempunyai hubungangenealogis.
Copyrights © 2010