Naditira Widya
Vol 10 No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016

GEORADAR DALAM PENELITIAN ARKEOLOGI DI INDONESIA

M. Fadlan S. Intan (Unknown)



Article Info

Publish Date
14 Oct 2016

Abstract

Disadari bahwa kegiatan ekskavasi yang dilakukan terhadap situs arkeologi cenderung bersifat merusak, strukturlapisan tanah tidak bisa dikembalikan ke kondisi semula, ditambah dengan sifat data arkeologi yang terbatas, baik dari segikualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, perlu digunakan metode yang lebih maju sehingga dengan mudah bisa menemukandata arkeologi tanpa harus membuka banyak kotak ekskavasi yang kosong. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkanmetode georadar yang memberikan rekomendasi terhadap lokasi anomali di bawah permukaan tanah sehingga akanmempermudah dalam proses penelitian arkeologi. Metode yang digunakan bersifat deskriptif dengan penalaran induktif. Datadikumpulkan melalui studi pustaka, baik dari sumber primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaanmetode modern sudah mulai dilakukan pada beberapa penelitian arkeologi di Indonesia, meskipun dalam jumlah yangterbatas. Oleh karena itu, diharapkan penggunaan metode georadar dapat lebih ditingkatkan bagi institusi yang berkecimpungdalam penelitian arkeologi

Copyrights © 2016