Standar media tanam untuk bibit kelapa sawit adalah top soil dengan kan-dungan bahan organik yang cukup. Meskipun demikian, pada kondisi tertentu seperti di lahan mineral marjinal dimana top soil sudah tererosi berat, sehingga top soil sulit didapat. Pada kondisi demikian maka sub soil digunakan sebagai media tanam. Sifat fisik, kimia, dan biologi sub soil umumnya kurang memenuhi syarat untuk digunakan sebagai media tanam, namun sifat tersebut masih mungkin diperbaiki dengan me-nambahkan bahan pembenah tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi bahan pem-benah tanah dalam bentuk kotoran sapi (notasi O, taraf 0 dan 5%) dan pemupukan anorganik standar (notasi S, taraf 0; 25; 50; 75; dan 100%) terhadap perubahan sifat kimia media sub soil dan pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian disusun meng-gunakan rancangan acak kelompok dengan 7 perlakuan yaitu kontrol (O0S0), standar pupuk anorganik (O0S100), dan 5 perlakuan lainnya yang merupakan kombinasi antara 5% kotoran sapi dengan berbagai taraf standar pupuk anorganik (O5S0, O5S25, O5S50, O5S75, dan O5S100). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi 5% kotoran sapi meningkatkan ketersediaan bahan organik, kapasitas tukar kation, dan hara tersedia di media sub soil. Meskipun O5S50 (kombinasi aplikasi 5% kotoran sapi dan 50% pupuk anorganik standar telah menghasilkan nilai Efektivitas Agronomi Nisbi (EAN) di atas 100%, pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit terbaik diperoleh pada per-lakuan O5S100 (kombinasi aplikasi 5% kotoran sapi dan 100% dosis pupuk anorganik standar).
Copyrights © 2020