ABSTRAK – Penelitian ini berjudul Analisis Framing Pemberitaan Kasus Korupsi e-KTP Oleh Setya Novanto Di Cnnindonesia.com Dan Viva.co.id. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui framing berita tentang kasus korupsi e-KTP oleh Setya Novanto di cnnindonesia.com dan viva.co.id. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu berita tentang yaitu artikel berita tentang Setya Novanto pada tanggal 24 April 2018 di media online cnnindonesia.com dan viva.co.id. Peneliti menganalisis penelitian hasil penelitian ini menggunakan perangkat framing Robert N Entman. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya sudut pandang yang berbeda dari portal berita cnnindonesia.com dan viva.co.id. Cnnindonesia.com melihat kasus Setya Novanto bukan hanya sebagai permasalahan vonis hukum dan menggiring pembaca bahwa Setya Novanto bukanlah pelaku tunggal korupsi e-KTP dan mengembangkan alibi-alibi dari kasus tersebut. Namun viva.co.id melihat kasus ini sebagai kasus hukum yang hanya menonjolkan aspek hukum, dan hanya menyajikan fakta yang ada dilapangan tetapi tidak mengembangkan alibi-alibi yang disebutkan oleh Setya Novanto. Hal ini sesuai dengan teori framing yang mengatakan framing dijalankan oleh media dengan menyeleksi isu tertentu dan mengabaikan isu lain, serta menonjolkan aspek isu tertentu dan menggunakan berbagai strategi wacana serta penempatan yang mencolok, pengulangan, pemakaian grafis untuk mendukung dan memperkuat penonjolan, pemakaian label tertentu ketika menggambarkan orang atau peristiwa yang diberitakan.Kata Kunci : Framing, Kasus Korupsi, e-KTPFRAMING ANALYSIS REPORTING ON E-KTP CORRUPTION CASES BY SETYA NOVANTO ON CNNINDONESIA.COM AND VIVA.CO.IDABSTRACT - This research is entitled Framing Analysis of E-KTP Corruption Case Reporting by Setya Novanto on Cnnindonesia.com and Viva.co.id. The purpose of this study is to find out the news framing of e-KTP corruption cases by Setya Novanto on cnnindonesia.com and viva.co.id. In this study, researchers used a qualitative descriptive approach, and used data collection techniques, namely news articles about Setya Novanto on April 24, 2018 in online media cnnindonesia.com and viva.co.id. The researcher analyzed the results of this study using the Robert N Entman framing device. The results of this study indicate a different perspective from the news portal cnnindonesia.com and viva.co.id. Cnnindonesia.com sees the Setya Novanto case not only as a legal verdict and leads readers that Setya Novanto is not the only perpetrator of e-KTP corruption and develops alibis from the case. However viva.co.id sees this case as a legal case that only highlights the legal aspect, and only presents the facts in the field but does not develop the alibis mentioned by Setya Novanto. This is in accordance with the framing theory which says that framing is run by the media by selecting certain issues and ignoring other issues, and highlighting certain aspects of the issue and using various discourse strategies and striking placement, repetition, graphic use to support and strengthen prominence, use of certain labels describe the person or event that was reported.Keywords: Framing, e-KTP, Corruption Cases
Copyrights © 2019