Olahraga merupakan kegiatan yang sangat digemari oleh semua manusia dari berbagai usia, baik kalangan tua ataupuan muda. Masa SMA merupakan masa yang aktif dalam perkembangan kehidupannya. Banyak siswa SMA yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga seperti sepakbola, futsal, voli, baket dan lainnya. Kurangnya kehati- hatian saat berolahraga, para siswa sering mengalami suatu cedera. Pemberian informasi dan ketrampilan yang tepat tentang manajemen cedera melalui pelatihan manajemen cedera akut dan kronik dinilai sebagai salah satu upaya pencegahan atau meminimalkan kerusakan cedera lebih lanjut akibat olahraga. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan siswa tentang penanganan cedera pada fase akut atau kronik. Metode yang digunakan adalah melakukan skreening pengetahuan tentang manajemen cedera olahraga, selanjutnya pelaksanaan pelatihan manajemen cedera. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah seluruh siswa mengikuti pelatihan manajemen cedera dan pemahaman siswa tentang penangan cedera sebelum pelatihan yaitu pengetahuan kurang (14%), pengetahuan cukup (46%) dan pengetahuan baik (40%) dan saat posttest pengetahuan kurang 2%, Cukup 20% dan Baik 78%. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta menjadi sebagian besar baik. Dengan demikian melalui pengabdian masyarakat para siswa diharapkan dapat melaksanakan upaya pencegahan cedera akibat olahrga dengan baik.
Copyrights © 2020