Sasaran penelitian ini dikhususkan pada Muslim Tionghoa dan perdagangannya di Banjarmasin sejak abad ke-13 hingga abad ke-19. Mengetahui sejarah awal Muslim Tionghoa dan perkembangannya di Kesultanan Banjarmasin sejak abad ke-13 sampai dengan abad ke-19. Selain itu, perdagangan dan dakwah Muslim Tionghoa di Banjarmasin Kalimantan Selatan dan untuk mengetahui keunggulan pola perdagangan lada Muslim Tionghoa di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah Historiografi, sebuah penulisan sejarah yang terdiri dari tahapan heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Sebuah fenomena unik dalam penerimaan masyarakat Banjarmasin terhadap etnis Tionghoa adalah menerima mereka sebagai pedagang sekaligus mereka dapat menduduki jabatan dalam birokrasi Kesultanan Banjarmasin. Etnis Tionghoa yang Muslim bersedia kawin dengan Ulama Banjar, dan anak-anak keturunan mereka menjadi Ulama (Tuan Guru) yang tersebar di Kalimantan Selatan. Tionghoa yang Muslim yang telah bergaul lama dalam masyarakat Banjar, kemudian menjadi Ulama, baik karena perkawinan maupun hubungan kepentingan perdagangan, kemudian menyebut identitasnya sebagai orang Banjar.Kata Kunci: Tionghoa Muslim, perdagangan, sejarah Banjarmasin.
Copyrights © 2020