JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Vol. 8 No. 2 (2019): JFL: Jurnal Farmasi Lampung

PENGARUH FRAKSI AIR BIJI KABAU (Archidendron buballinum (Jack.) I.C.Nielsen) TERHADAP KADAR GULA DARAH MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN

Triyandi Ramadhan (Universitas Lampung)



Article Info

Publish Date
27 May 2021

Abstract

Biji kabau (Archidendron buballinum (Jack.) I.C.Nielsen) secara empiris dimanfaatkan oleh masyarakat dibeberapa daerah di Indonesia sebagai obat tradisional seperti obat sakit perut dan penurun demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati aktivitas fraksi air biji kabau (Archidendron buballinum (Jack.) I.C.Nielsen) terhadap kadar gula darah mencit jantan yang diinduksi aloksan. Biji kabau diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70 % dan difraksinasi menggunakan pelarut kloform dan n-heksan. Uji antidiabetes dilakukan terhadap mencit jantan yang diinduksi aloksan secara intraperitonial dengan dosis 3,36 mg/20 g BB selama 7 hari. Sebanyak 20 ekor mencit dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberi aquadest dan kelompok II sebagai kontrol positif diberi Glibenklamid dosis 0,013 mg/20 g BB, Kelompok III, IV dan V sebagai kelompok perlakuan diberi fraksi dengan dosis 1,71 mg/20 g BB, 3,43 mg/20 g BB dan 6,86 mg/20 g BB, kelima kelompok diberi perlakuan secara oral sebanyak 1 kali sehari selama 4 hari. Penurunan kadar gula darah diukur dan diamati pada hari ke-8 dan-11, kemudian pada hari ke-12 dianalisis dengan metode Kruskal-Wallis Test. Hasil karakteristik simplisia terhadap kadar air 0,24 %, kadar abu 3,33 % dan kadar abu tidak larut asam 2,3 %. Uji fitokimia fraksi air biji kabau menunjukkan adanya senyawa saponin, alkaloid dan tanin. Hasil analisis menunjukkan kelompok I, II dan III berbeda nyata terhadap kontrol negatif dan berefek sama terhadap kontrol positif dalam menurunkan kadar gula darah mencit jantan diabetes yang diinduksi aloksan. Dari ketiga dosis tersebut dosis 6,86 mg/20 g BB menunjukkan penurunan yang paling baik, namun dosis 1,71 mg/20 g BB tidak berbeda nyata secara statistik terhadap glibenklamid, sedangkan dosis 3,43 mg/20 g BB dan dosis 6,86 mg/20 g BB berbeda nyata secara statistik terhadap glibenklamid. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa fraksi air biji kabau berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah mencit jantan diabetes yang diinduksi aloksan. Kata kunci: Archidendron buballinum, Diabetes, Fraksi, Kabau

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

jfl

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

The focus of JFL is to become a media for the publication of articles on Pharmaceutical and related practice-oriented subjects in the pharmaceutical sciences, natural medicine and clinic community. The scope of the journal is Pharmaceutical sciences, its research and its ...