This article surveys various understanding on what the Gospel is: as ‘how to get into heaven’, a declaration about forgiveness of ‘personal sins’, an invitation for a social-political revolution, and a good news about the fulfillment of God’s promise to Israel. The author argues for a theological and hermeneutical option to understand the gospel in a wider meta-narrative of creation, fall, and redemption. This option use a motif of ‘the return of God’s glory into the whole creation’ as a paradigm to understand the gospel. This article tries to show how polarization between ‘the gospel of personal salvation’ and ‘the social gospel’ can be overcome by understanding the gospel as a declaration of the ‘return of God’s glory into creation’. Artikel ini membahas aneka ragam pemahaman tentang apa itu Injil: sebagai ‘cara untuk masuk surga’, berita tentang pengampunan ‘dosa-dosa pribadi’, suatu undangan bagi revolusi sosial-politik, sampai suatu kabar tentang penggenapan janji TUHAN kepada umat-Nya. Dalam artikel ini akan dipertimbangkan sebuah opsi teologis dan tafsir untuk memahami Injil dalam konteks meta-naratif yang lebih luas, yakni didalam penciptaan, kejatuhan, dan penebusan. Opsi teologis ini memakai motif ‘kembalinya kemuliaan Allah ke dalam seluruh ciptaan’ sebagai paradigma untuk memahami Injil. Artikel ini menunjukkan bagaimana polarisasi antara ‘Injil keselamatan pribadi’ dan ‘Injil sosial’ dapat diatasi dengan memahami injil sebagai deklarasi tentang ‘kembalinya kemuliaan Allah ke dalam segenap ciptaan’.
Copyrights © 2020