Tulisan ini bertujuan untuk memperoleh kejelasan mengenai pandangan al-walayah Ibn Arabi, meliputi: hakikat, ciri, keistimewaan, tingkatan wali dan konsep khatam al-awliya. Ibn Arabi menggunakan istilah wali untuk semua orang suci, termasuk nabi dan rasul. Kerasulan dan kenabian sebagai pangkat dalam kewalian adalah bersifat temporal, tetapi kewalian itu sendiri bersifat permanen. Khatam al-anbiya mempunyai kedudukan yang sebanding dengan khatam al-awliya. Namun mengenai kedudukan antara nabi dan wali, ini bisa dilihat dari ungkapannya,?andaikata kasyaf awliya bertentangan dengan undang- undang nabi, maka yang harus diikuti adalah undang-undang nabi. Seorang wali berhak meniadakan dan mengubah hukum Islam apapun yang berdasarkan ijtihad, tapi bukan terhadap hukum yang diwahyukan kepada nabi?.
Copyrights © 2009