Penyalahgunaan napza merupakan permasalahan yang menjadi perhatian dunia yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan diantaranya gangguan somatisasi, kecemasan, skizofrenia, paranoid dan depresi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian dengan penyalahgunaan napza di RSJ Provinsi Bali.Penelitian ini merupakan deskriptip korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah pasien pengguna napza dengan jumlah sampel 39 orang.Pengumpulan data variabel independent menggunakan kuesioner kepribadian yang diadopsi dari Sembiring dan variabel dependent menggunakan Kuesioner WHO-ASSISTV3.0 diadopsi dari WorldHealth Organitation (WHO) dan Draf Pedoman Konseling Gangguan Penggunaan NAPZA Bagi Petugas Kesehatan. Data dianalisis dengan uji Rank Spearman. Hasil penelitian didapatkan p-value lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan kepribadian dengan penyalahgunaan napza. Disarankan kepada perawat agar memberikan motivasi kepada pasien penyalahgunaan napza sehingga pasien dengan kepribadian negatif dapat memiliki kepribadian yang positif dan kepada keluarga agar selalu menanamkan konsep diri yang positif sehingga memiliki kepribadian yang positif.
Copyrights © 2019