Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
Vol 14, No 2 (2019): DESEMBER 2019

ANALISIS RESIKO PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA USAHA BUDI DAYA TAMBAK UDANG WINDU DI KABUPATEN KOTABARU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Andi Indra Jaya Asaad (Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau Jalan Makmur Daeng Sitakka No. 129 Maros 90512, Sulawesi Selatan)
Ruzkiah Asaf (Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau Jalan Makmur Daeng Sitakka No. 129 Maros 90512, Sulawesi Selatan)
Admi Athirah (Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau Jalan Makmur Daeng Sitakka No. 129 Maros 90512, Sulawesi Selatan)
Erna Ratnawati (Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau Jalan Makmur Daeng Sitakka No. 129 Maros 90512, Sulawesi Selatan)



Article Info

Publish Date
10 Dec 2019

Abstract

Komoditas udang Windu di Kabupaten Kotabaru hanya sebagai komoditas primer sehingga nilai tambah yang dimiliki belum dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui resiko produksi; (2) untuk mengetahui analisis pendapatan usaha petambak budi daya udang windu, dan; (3) untuk mengetahui resiko pendapatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan selatan. Jumlah responden sebanyak 32 orang secara acak. Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan budi daya udang yang diperoleh setiap musim tanam sebesar Rp.11.031.970/Ha/musim tanam, dengan pay back periode sebesar 7,24. Analisis resiko produksi menunjukkan bahwa koefisien variansi produksi sebesar 0,444 dengan batas bawah sebesar 32.225 Kg. Sedangkan analisis resiko pendapatan menunjukkan koefisien variansi sebesar 0,427 dengan batas bawah sebesar 2.868.491/Ha/musim tanam. Dari hasil tersebut menjelaskan bahwa petambak udang tidak mengalami resiko terhadap produksi dikarenakan kecilnya resiko produksi dan tingginya harga udang windu.Title: Risk Analysis of Production and Revenue on Black Tiger Shrimp Farming in Kotabaru District, South Kalimantan ProvinceBlack tiger shrimp commodity in Kotabaru District is a primary commodity which added value has not been optimized for community welfare. The research aims to (1) identify the risks of the production, (2) analyze the revenue of tiger shrimp farmers and (3) identify the income risk. This research was conducted in Kotabaru District with 32 respondents at random. The data were analyzed with qualitative and quantitative method. Results showed that the profit of the shrimp farming on each planting season was IDR11.031.970 million / ha / season, with a payback period of 7.24. Production risk analysis showed that the coefficient of variance in production was 0.444 with a lower limit of 32,225 kg. The revenue risk analysis showed coefficient of variance of 0.427 with a lower limit of 2,868.491 / ha / season. These results suggest that shrimp farmers do not suffer from production risk due to small production risks and high prices of black tiger shrimps. 

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

sosek

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Environmental Science Social Sciences

Description

Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat ...