Pemberian madu dapat menurunkan frekuensi diare dan lama rawat pada anak. Kandungan antibakteri, antiinflamasi, dan antivirus yang dapat melawan organisme penyebab diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu dengan ORS dan larutan madu ORS terhadap frekuensi diare dan lama rawata pada anak balita. Desain penelitian ini adalah uji klinis acak terkontrol (randomized controlled trial) atau RCT dengan pendekatan pre and post test control group design pada 72 responden (kelompok intervensi 36 dan kelompok kontrol 36). Kelompok intervensi diberikan madu dengan ORS sebanyak 5 ml dan pemberian ORS setiap anak diare, sedangkan kelompok kontrol diberikan larutan madu 10 ml ditambahkan dengan ORS diberikan setiap anak diare. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara frekuensi diare sebelum dan sesudah diberikan madu dengan ORS pada kelompok intervensi (p<0,001) dan larutan madu ORS pada kelompok kontrol (p<0,001). Terdapat perbedaan yang bermakna terhadap lama rawat setelah diberikan madu ORS (p<0,001) dan larutan madu ORS (p<0,001). Madu dapat dijadikan salah satu alternatif terapi yang dapat diterapkan oleh perawat anak di ruang rawat inap anak untuk menurunkan frekuensi diare dan lama rawat pada anak.
Copyrights © 2020