Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa
Vol 17, No 2 (2019): METALINGUA EDISI DESEMBER 2019

BAHASA RAHASIA PADA KALANGAN PENGGUNA NAPZA DI KOTA/KABUPATEN BANDUNG (SECRET LANGUAGE AMONG NARCOTIC DRUGS AND PSYCHOTROPIC SUBSTANCES USERS IN BANDUNG CITY/ REGENCY)

Rengganis Citra Cenderamata (Padjadjaran University)
Dadang Suganda (Unknown)
Nani Darmayanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2019

Abstract

AbstrakBahasa rahasia, yaitu argot digunakan secara terbatas pada kalangan tertentu dan memiliki variasi pemakaian yang berbeda dari bahasa sehari-hari. Salah satu tujuan pemakaian bahasa rahasia adalah untuk merahasiakan percakapan mereka agar tidak dapat dipahami oleh orang yang bukan komunitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembentukan kosakata, mendeskripsikanmakna acuan, dan fungsi pemakaian kosakata yang digunakan oleh pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara kepada pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal, yaitu (1) proses pembentukan kosakata meliputi penggabungan (blending), pemendekan (clipping), singkatan (initialism), pemajemukan (compounding), infleksi (inflection), derivasi (derivation), dialek dan penyerapan (borrowing), metatesis, ikonitas, asosiasi, dannonprediktif /arbitrer, (2) acuan makna yang terkandung dalam kosakata pengguna napza bervariasi, bergantung pada makna leksikal dan gramatikal, dan (3) terdapat dua fungsi penggunaan bahasa rahasia pada kalangan pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung, yaitu sebagai alat komunikasi dan pelindung kelompok.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

metalingua

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

METALINGUA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in Metalingua have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. METALINGUA is published by West Java Balai Bahasa twice a year, in June and ...