Salah satu sistem irigasi lokal yang dikelola di Bali yaitu subak Deman berada di bawah tekanan kelangkaan air. Sebagian besar literatur tentang pengelolaan irigasi fokus pada bagaimana aktor mengatasi hal tersebut; namun hanya sedikit literatur yang menekankan pada praktik pengelolaan irigasi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana praktik pengelolaan irigasi dalam sistem subak dilakukan dalam menghadapi resiko eksternal kelangkaan air. Penelitian ini menganalisis praktik pengelolaan irigasi di subak Deman menggunakan teori kultural Neo-Durkheimian yang dikemukakan oleh Mary Douglas dengan mempelajari praktik pengelolaan irigasi dan mewawancarai para aktor tentang cara mereka mengelola sistem irigasi. Dengan melakukan itu, penelitian ini menjelaskan bagaimana praktik pengelolaan irigasi di subak Deman dilakukan dari perspektif kultural. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat empat tipologi kultural dalam praktik pengelolaan irigasi di subak Deman, yaitu hierarki, egalitarianisme, individualisme, dan isolasi. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan di subak Deman, Tabanan, Bali, Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi pada perkembangan literatur tentang pengelolaan irigasi dari perspektif kultural.Kata Kunci: pengelolaan air-praktik sosial-teknikal-penanganan resiko-subak
Copyrights © 2020