Mengoptimalisasi kinerja TI untuk mendukung tercapainya visi dan misi perusahaan merupakan hal yang wajib dilakukan. Salah satu tujuan BPR PMM adalah memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, hal itu bukan sesuatu yang mudah tercapai tanpa bantuan TI. Untuk mengetahui peranan TI dalam sebuah perusahaan maka perlu dilakukan pengukuran secara bekelanjutan, penelitian ini bertujuan mengukur peranan TI pada BPR PMM apakah digunakan secara optimal atau belum.           Dalam penelitian ini mengukur peranan TI pada BPR PMM menggunakan framework BSC dan COBIT 4.1, metode ini baik dikombinasikan untuk mengukur tata kelola TI dalam sebuah perusahaan jika dibandingkan dengan beberapa metode lain seperti Peterson dan weill-Ross.Penelitian ini menghasilkan sebuah hasil pengukuran tingkat kematangan penerapan TI dalam mendukung operasional pada BPR PMM, dari semua proses COBIT yang dinilai tingkat kematangan terendah pada proses PO2=2,733 dengan nilai gap 1,267, sedangkan nilai tertinggi pada proses PO8=3,790 dengan nilai gap =0,210. Secara umum tingkat kematangan penerapan TI pada BPR PMM berada pada level 3 dengan kategori defined sedangkan tingkat kematangan diharapkan berada pada level 4 dengan kategori manage and measurable.
Copyrights © 2019