Kajian ini menyoroti strategi Fashion Revolution Indonesia sebagai gerakan sosial baru dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu kualitas hidup buruh di industri pakaian. Perkembangan industri fashion memunculkan tren fast fashion yang memungkinkan produksi massal pakaian dalam waktu singkat dengan harga terjangkau. Akan tetapi, rendahnya harga jual pakaian produk fast fashion berasal dari ditekannya pembiayaan fasilitas penunjang kesejahteraan buruh yang diberikan oleh perusahaan garmen. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa sumber bukti antara lain dokumentasi, rekaman arsip, wawancara serta pemanfaatan perangkat fisik. Temuan pada kajian ini menunjukkan bahwa Fashion Revolution Indonesia menggunakan Strategi Kerjasama yang merupakan bagian dari konsep Keterlibatan Kritis. Strategi Kerjasama dipilih karena memungkinkan gerakan membangun relasi dengan berbagai pihak dalam kaitannya dengan isu kualitas hidup buruh industri pakaian. Bentuk strategi tersebut juga memungkinkan gerakan Fashion Revolution Indonesia untuk bekerjasama dengan agen negara yang kemudian mengantarkannya pada akses terhadap sumber daya baru. Rekomendasi yang dapat peneliti berikan merupakan adanya kerangka kerja yang jelas dan kontekstualisasi agenda gerakan di Indonesia bagi gerakan serta untuk dapat mengatur pengelolaan kualitas hidup buruh industri pakaian melalui kebijakan bagi pemerintah.
Copyrights © 2020