Tren kemiskinan di Kabupaten Mamasa dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan serta memiliki penurunan yang rendah setiap tahunnya. Karateristik perumahan yang memadai bisa dianggap sebagai salah satu faktor penentu status kemiskinan. Namun, kemiskinan di kabupaten Mamasa lebih rendah dibandingkan dengan kabupaten di sekitarnya yang memiliki kualitas perumahan yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran karakteristik perumahan penduduk serta menduga apakah berpengaruh signifikan terhadap status kemiskinan rumah tangga. Karakteristik perumahan dalam penelitian ini adalah status kepemilikan rumah, luas lantai per kapita, jenis atap, dinding, dan lantai terluas, akses air bersih, fasilitas BAB, jenis bahan bakar, serta sumber penerangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan inferensia menggunakan analisis regresi logistik biner. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa karakteristik perumahan penduduk di Kabupaten Mamasa masih tergolong rendah. Bahkan persentase penduduk berdasarkan kepemilikan rumah sendiri, fasilatas BAB sendiri, penggunaan air bersih untuk minum, serta penggunaan listrik PLN sebagai sumber penerangan adalah yang terendah di Sulawesi Barat. Hasil analisis inferensia menggunakan regresi logistik biner menunjukkan bahwa variabel status kepemilikan rumah dan jenis bahan bakar untuk memasak berpengaruh secara signifikan terhadap status kemiskinan rumah tangga.
Copyrights © 2019